Rabu, 16 November 2016

BAB 1
PENDAHULUAN : HAKIKAT DAN RUANG LINGKUP ISBD
A.    Pengertian Ilmu Sosial Budaya Dasar
Ilmu social budaya dasar (ISBD) adalah sebagai integrasi ISD dan IBD yang memberikan dasar-dasar pengetahuan social dan konsep-konsep budaya kepada mahasiswa sehingga mampu mengkaji masalah social dan kemanusiaan dan budaya,selanjutnya mahasiswa peka,tanggap,kritis serta berempati atas solusi pemecahan masalah social dan budaya secara arif.
B.     Latar Belakang Pentingnya ISBD
Ada 4 (empat) landasan yang melatarbelakangi pentingnya dalam mempelajari ISBD,yaitu :
1)      Landasan Historis
2)      Landasan Filosofis
3)      Konteks Karakter Bangsa
4)      Landasan Pedagogis
C.    Visi,dan Misi ISBD
1)      Visi ISBD
Berkembangnya mahasiswa sebagai manusia terpelajar yang kritis,peka dan arif dalam memahami keragaman dan kesederajatan manusia yang dilandasi nilai-nilai estetika,etika dan moral dalam kehidupan bermasyarakat.
2)      Misi ISBD
Meberikana landasan dan wawasan yang luas serta membutuhkan sikap kritis,peka dan arif kepada mahasiswa untuk memahami keragaman dan kesederajatan manusia dalam kehidupan bermasyarakat selaku individu dan makhluk social yang beradab serta bertanggung jawab terhadap sumber daya dan lingkungannya.
D.    Ruang Lingkup ISBD
ISD dapat dibedakan kedalam tiga pembahasan yaitu :
1)      Kenyataan-kenyataan social yang ada dalam masyarakat,yang secara bersama-sama merupakan masalah social tertentu.
2)      Konsep-konsep sosial atau pengertian-pengertian tentang kenyataan-kenyataan social yang dibatasi pada konsep-konsep dasar atau elementer saja yang sangat diperlukan untuk mempelajari masalah-masalah social yang dibahas dalam ilmu pengetahuan social.
3)      Masalah-masalah social yang timbul dalam masyarakat biasanya terlibat dalam pelbagai kenyataan-kenyataan social yang antara satu dengan lainnya saling berkaitan
2.      Ruang lingkup kajian mata kuliah IBD (Ilmu Budaya Dasar),kedua masalah pokok itu adalah :
a)      Pelbagai aspek kehidupan yang seluruhnya merupakan ungkapan masalah kemanusiaan dan budaya yang dapat didekati dengan menggunakan pengetahuan budaya (The Humanities),baik dari segi masing-masing keahlian (Disiplin),didalam pengetauan budaya,maupun secara gabungan (Antarbidang) pelbagai disiplin dalam pengetahuan budaya.
b)      Hakikat manusia yang satu atau universal,akan tetap yang beranekaragam perwujudannya dalam kebudayaan masing-masing zaman dan tempat.


BAB 2
MANUSIA DAN ILMU HUMANIORA
A.    Kedudukan Manusia Sebagai Makhluk Sosial
Manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. Manusia didukan sesuai dengan kodrat,harkat,martabat,hak,dan kewajibannya.
B.     Fungsi Akal dan Budi Manusia
Akal adalah kemampuan berpikir sebgai kodrat alam yang dimiliki manusia. Secara sederhana dapat dikatakan bahwa fungsi akal adalah untuk berpikir.
Budi dalam bahasa Sansekerta berate akal. Budi diartikan sebgai batin manusia,panduan akal dan perasaan yang dapat menimbang baik dan buruknya segala sesuatu. Jadi,jelas bahwa fungsi akal dan budi manusia adalah menunjukkan martabat manusia dan kemanusiaan sebagai pemegang amanah makhluk tertinggi dialam raya ini.
Manusia juga memiliki kemampuan daya sebagai berikut :
1)      Akal,intelegensi dan intuisi
2)      Perasaan dan emosi
3)      Kemauan
4)      Fantasi
5)      Perilaku
Peter L.Berger menyebutnya dialektika fundamental yang terdiri dari tiga tahap yaitu :
1)      Tahap eksternalisasi,yaitu proses pencurahan diri manusia secara teru-menerus kedalam dunia melalui aktivitas fisik dan mental.
2)      Tahap objektivitas,yaitu tahap aktivitas manusia menghasilkan realita objektif,yang berada diluar diri manusi.
3)      Tahap internalisasi,yaitu tahap dimana realitas objek hasil ciptaan manusia diresap oleh manusia kembali.
Manusia sebagai makhluk budaya adalah pencipta kebudayaan. Kebudayaan adalah ekspresi eksistensi manusia didunia. Sebgai makhluk budaya,manusia berkemampuan untuk menciptakan kebaikan,kebenran,keadilan,dan tanggung jawab.
C.    Pengertian Budaya dan Kebudayaan
1)      Pengertian Kebudayaan
Kebudayaan berasal dari kata Saansekerta “buddhayah”,yang merupakan bentuk jamak dari kata “buddhi” yang berati budi atau akal dengan demikian,kebudayaan dapat diartikan sebagai’hal-hal yang bersangkutan dengan budi atau akal”. Culture,merupakan istilah bahasa asing yang sama artinya dengan kebudayaan,berasal dari kata latin”colere” yang berarti mengolah atau mengerjakan (mengolah tanah atau bertani).
2)      Pengertian Budaya
Budaya secara harafiah berasal dari bahasa latin colere yang memiliki arti mengerjakan tanah,mengolah,memelihara lading. Menurut Soerjanto Poespowardijo budaya adalah keseluruhan sistem gagasan tindakan dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan cara belajar.
3)      Pengertian Adat Istiadat
Yang dimaksud dengan adat istiadat adalah aneka kelaziman dalam suatu negeri yang mengikuti pasang naik dan pasang surut situasi masyarakat.
4)      Pengertian Kebiasaan
Tradisi(bahasa Latin:tradition,”diteruskan”) atau kebiasaan,dalam pengertian yang paling sederhana adalah sesuatu yang telah dilakukn untuk sejak lama dan menjadi bagian dari kehidupan suatu kelompok masyarakat,biasanya dari suatu negara,kebudayaa,waktu,atau agama yang sama.
D.    Wujud dan Nilai Kebudayaan
Prof. Dr.Koentjoroningrat menguraikan tentang wujud kebudayaan menjadi 3(tiga) macam,yaitu :
1)      Wujud kebudayaan sebagai kompleks dari ide-ide,gagasan,nilai-nilai,norma-norma,peraturan dan sebagainya.
2)      Wujud kebdayaan sebagai suatu kompleks aktivitas serta tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat.
3)      Wujud kebudayaan sebagai benda-benda hasil karya manusia.
Wujud pertama adalah wujud ideal kebudayaan. Sifatnya abstrak,tidak dapat diraba dan difoto. Wujud kedua adalah yang disebut sistem sosial atau  sosial sistem,yaitu mengenai tindakan berpola manusia itu sendiri. Sistem social ini bersifat konkret sehingga bisa diobservasi,difoto dan didokumentasikan. Wujud ketiga adalah yang disebut kebudayaan fisik,yaitu seluruh hasil fisik karya manusia dalam masyarakat. Sifatnya sangat konkret beerupa benda-benda yang bisa diraba,difoto dan dilihat.
E.     Orientasi Nilai Budaya
Lima masalah dasar dalam hidup yang menentukan orientasi nilai budaya manusia(kerangka kluckhohm) :
1)      Hakikat Hidup
2)      Hakikat Karya
3)      Persepsi Manusia tentang Waktu
4)      Pandangan Terhadap Alam
5)      Hubungan Manusia dengan Manusia
F.     Perubahan Kebudayaan
Ada faktor-faktor yang mendorong dan menghambat perubahan kebudayaa,yaitu:
1)      Mendorong perubahan keudayaan. Adanya unsur-unsur kebudayaan yang memiliki pontensi mudah berubah,terutama unsur-unsur teknologi dan ekonomi(kebudayaan materiil).
2)      Menghambat perubahan kebudayaan,adanya unsur-unsur kebudayaan yang memiliki potensi sukar berubah seperti: adat istiadat dan keyakinan agama(kebudayaan non materiil).
Ada juga faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya perubahan kebudayaan ;
a)      Faktor Intern
                                                                                            i.            Perubahan Demografis
                                                                                          ii.            Konflik Sosial
                                                                                        iii.            Bencana Alam
                                                                                        iv.            Perubahan Lingkungan Alam
b)      Faktor Ekstern :
                                                                                            i.            Perdagangan
                                                                                          ii.            Penyebaran Agama
                                                                                        iii.            Peperangan
G.    Tahap-tahapan Kebudayaan
1)      Tiga Tahap Kebudayaan
Tiga tahap kebudayaan  diusulkan oleh Van Peursen dalam bukunya yang berjudul Strategi Kebudayaan. Tiga tahap kebudayaan antara lain :
a)      Tahap pemikiran mistis, yang dimaksud dengan tahap mistis ialah sikap manusia yang merasakan dirinya terkepung oleh kekuatan-kekuatan gaib sekitarnya, yaitu kekuasaan dewa-dewa alam raya atau kekuasaan -kesuburan, seperti dipentaskan dalam mitologi-mitologi bangsa-bangsa primitif.
b)      Tahap pemikiran ontologis, yang dimaksud dengn tshp kedua atau ontologis ialah sikap manusia yang tidak hidup lagi dalam kepungan kekuasaan mistis melainkan yang secara bebas ingin meneliti segala hal.
c)      Tahap pemikiran fungsional, tahap ketiga atau fungsional ialah sikap dan alam pemikiran yang makin tampak pada manusia modern, yang mana tidak lagi terpesona oleh lingkungan (sikap mistis), dan tidak lagi dengan kepala dingin mengambil jarak dengan objek penyelidikannya (sikap ontologis), namun manusia ingin mengadakan relasi-relasi baru, suatu kebertautan yang baru terhadap segala sesuatu dalam ligkungannya
2)      Seni Sebagai Bentuk Mimesis
Pada tahap pemikiran mistis, manusiaa terkepung oleh kekuatan-kekuatan gaib sekitarnya, yaitu kesuburan, seperti dipentaskan dalam mitologi-mitologi bangsa-bangsa primitif.
3)      Seni Sebagai Bentuk Ekspresi
Ekspresi dalam bahasa Inggris adalah expression yang dapat diartikam sebagai”action of manifesting a feeling”,atau tindakan mewujudkan perasaan.
4)      Seni dalam Konsep Fungsional
Seperti yang sudah disampaikan pada awal bab,tahap ketiga dalam kebudayaan,yaitu tahapan fungsional ialah sikap dan alam pikiran yang makin tampak pada manusia modern,yang mana tidak lagi terpesona oleh lingkungannya(sikap mistis),dan tidak lagi dengan kepala dingin mengambil jarak dengan objek peneyelidikannya(sikap ontologis),namun manusia ingin mengadakan relasi-relasi baru,suatu kebertautan yang baru terhadap segala sesuatu dan lingkungannya.
H.    Proses Pembudayaan Budaya
Proses pembudayaan budaya dapat tercipta melalui beberapa tahap,diantaranya :
1)      Proses Belajar Budaya
a)      Proses Internalisasi
b)      Proses Sosialisai
c)      Proses Enkulturasi
2)      Proses Perkembangan Budaya
a)      Cultural Evolution
b)      Diffusion Process
c)      Alculturation Process
d)     Assimilation Process
e)      Innovation
f)       Discovery and Invention.





BAB 3
MANUSIA MAKHLUK INDIVIDU DAN SOSIAL
A.    Manusia Sebagai Makhluk Individu
Manusia atau orang dapat diartikan berbeda-beda segi biologis,rohani,dan istilah kebudayaan,atau secara campuran,secara biologis,manusia diklasifikasikan sebagai Homosapiens (bahasa latin yang berarti”manusia yang tahu”) sebuah spesies permata dan golongan mamailia yang dilengkapi ota berkemampuan tinggi.
1.      Manusia Menurut Agama Islam
Manusia dalam AL-Qur’an,manusia dipanggil dengan beberapa istilah,antara lain al-insaanal-naas,al-abd,dan bani Adam dan sebagainya. Hasil penelitian AL-Qur’an yang telah dilakukan,dapat ditarik kesimpulannya,bahwa manusia terdiri dari unsur-unsur: jasad,roh,nafs,qald,fikr,dan aqal.
Seseorang dikatakan sebagai manusia individu manakala unsur-unsur tersebut menyatu dalam dirinya. Setiap manusia memiliki keunikan dan ciri khas tersendiri tidak ada manusia yang persis sama. Adapun dalam hal ini,senagai pendidik baik orangtua maupun guru,kita harus memahami bahwa anak memiliki potensi untuk berkembang yang ingin menjadi pribadinya sendiri.
B.     Manusia Sebagai Makhluk Sosial
Kita adalah makhluk yang selalu berinteraksi dengan sesamanya. Kita harus mengakui bahwa manusia merupakan makhluk social karena manusia tidak bisa hidup tanpa berhubungan dengan manusia yang lain bahkan untuk urusan sekecil apa pun kita tetap membutuhkan orang lain untuk membantu kita. Esensi manusia sebagai makhluk sosial pada dasarnya adalah kesadaran manusia tentang status dan posisi dirinya dalam kehidupan bersama,serta bagaimana tangguang jawab dan kewajibannya didalam kebersamaan.
1.      Karekteristik Manusia Sebagai Makhluk Sosial
Yang menjadi ciri manusia dapat dikatakan sebagai makhluk sosial adalah adanya suatu bentuk interaksi sosial didalam hubungannya dengan makhluk sosial lainnya yang dimaksud adalah dengan manusia satu  dengan manusia yang lainnya. Secara garis besar factor-faktor personal yang memengaruhi interaksi manusia terdiri dari tiga hal yakni :
a.       Tekanan Emosional
b.      Harga diri yang rendah
c.       Isolasi sosial
2.      Kedudukan Manusia Sebagai Makhluk Sosial
Manusia sebagai makhluk sosial artinya,manusia sebagai warga masyarakat. Setiap manusia cenderunng untuk berkomunikasi,berinteraksi,dan bersosialisai dengan manusia lainnya.
3.      Pengembangan Manusia Sebagai Makhluk Sosial
Didalam kehidupannya,manusia tidak  hidup dalam kesendirian. Hidup dalam hubungan antaraksi dan interdependendi itu mengandung konsekuensi-konsekuensi sosial baik dalam arti positif maupun negatif.
Dengan demikian,manusia sebagai makhluk sosial berarti bahwa disamping manusia hidup bersama demi memenuhi kebutuhan jasmaniah,manusia juga hidup bersama dalam memenuhi kebutuhan rohani.
C.     Manusia Sebagai Makhluk Tuhan
Tuhan dipahami sebagai zat mahakuasa dan asas dari suatu kepercayaan. Sesuatu yang perlu diyakini oleh semua manusia bahwa segala yang ada dalam alam semesta ini ada yang menciptakannya,yaitu Tuhan Yang Maha Esa. Manusia sebagai diri pribadi merupakan makhluk yang diciptakan secara sempurna oleh Tuhan Yang Maha Esa.
1.      Hakikat Manusia sebagai Makhluk Tuhan
Manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. Manusia didudukan sesuai dengan kodrat,harkat,martabat,hak,dan kewajibannya.
a.       Kodrat Manusia
b.      Harkat Manusia
c.       Martabat Manusia
d.      Hak asasi Manusia
e.       Kewajiban Manusia
2.      Konsep Manusia Dalam Islam
Konsep manusia dalam Islam juga dapat dilihat dalam AL-Mu’minum(23): 12-14. Menurut ayat tersebut,manusia diciptakan Allah Swt.dari saripati tanah (sulalatin min thin) yang dijadikan sperma (nuthfah) dan disimpan ditempat yang kokoh (qararin makin). Unsur immateri pada manusia terdiri dari roh,kalbu,akal dan nafsu.
3.      Tanggung Jawab Manusia Sebagai Makhluk Tuhan
Tanggung jawab menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia adalah keadaan wajib menanggung segala sesuatunya. Sehingga bertanggung jawab adalah berkewajiban menanggung,memikul jawab, menanggung segala sesuatunya,dan memberikan jawab serta menanggung akibatnya. Tanggung jawab manusia terhadap  Tuhan,yaitu dimana tindakan manusia tidak bisa lepas dari hokum-hukum Tuhan yang dituangkan dalam pelbagai kitab suci melalui pelbagai macam agama.


BAB 4
MANUSIA DAN PERADABAN
A.    Pengertian Adab dan Peradaban
Antara manusia dan peradaban mempunyai hubungan yang sangat erat karena diantara keduanya saling mendukung untuk menciptakan suatu kehidupan yang sesuai kodratnya. Masyarakat yang beradap dapat diartikan sebagai masyarakat yang mempunyai sopan santun dan kebaikan budi pekerti. Istilah peradaban dalam bahasa Inggris disebut civilization. istilah peradaban sering dipakai untuk menunjukkan pendapat dan penilaian kita terhadap perkembangan kebudayaan. Peradaban berasal dari kata ‘adab’ yang berarti keopanan,kehormatan,budi bahasa dan etiket. Manusia beradap dapat diartikan sebagai manusia yang memiliki akhlak mulia,yang memiliki kesopanan dan kehalusan budi pekerti. Manusia disamping sebagai makhluk Tuhan,sebagai makhluk individu juga sebagai makhluk sosial budaya,dimana saling berkaitan satu dengan yang lain. Konsep masyarakat adab dalam pengertian yang lain adalah suatu kombinasi. Tinggi rendahnya peradaban suatu bangsa sangat dipengaruhi oleh factor :
1)      Pendidikan
2)      Kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan
Manusia dan peradaban adalah hal yang tidak bisa terpisahkan karena manusia itu memiliki cipta,rasa dan karsa.
B.     Masyarakat Madani
Masyarakat madani diprediksi sebagai masyarakat yang berkembang sesuai dengan potensi budaya,adat istiadat,dan agama. Konsep masyarakat madani merupakan tuntutan baru yang memerlukan pelbagai terobosan didalam berpikir,penyusunan konsep,serta tindakan-tindakan. Masyarakat madani adalah masyarakat yang berbudaya namun mampu berinteraksi dengan dunia luar yang modern sehingga dapat terus berkembang dan maju. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia masyarakat madani adalah masyarakat yang menjunjung tiggi norma,nilai-nilai dan hukum yang ditopang,oleh penguasaan teknologi yang beradab,iman dan ilmu. Dalam hal ini mayarakat madani memiliki karekteristiktersendiri,diataranya:
1.      Free public sphere (ruang public yang bebas)
2.      Demokratisasi
3.      Toleransi
4.      Pluralism
5.      Keadilan sosial
6.      Partisipasi sosial
7.      Supremasi hukum
Masyarakat madani merupakan elemen yang signifikan dalam membangun demokrasi. Salah sayu syarat penting bagi demokrasi adalah terciptanya partisipasi masyarakat dalam proses-proses pengambilan keputusan yang dilakukan oleh negara atau pemerintahan.
C.    Tradisi dan Modernisasi
Aturan dan norma yang ada dimasyarakat tentu dipengaruhi oleh tradisi yang ada dan berkembang dimasyarakat. Tradisi merupakan roh dari sebuah kebudayaan. Tanpa tradisi tidak mungkin suatu kebudayaan akan hidup dan langgeng. Selain daripada tradisi ada juga yang disebut dengan modernisasi,dimana modernisasi adalah proses penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi kedalam semua segi kehidupan manusia dengan tingkat yang berbeda-beda tetapi tujuan utamanya untuk mencari taraf hidup yang lebih baik dan nyaman.
D.    Peradaban dan Problematika
Peradaban adalah sebuah istilah yang dugunakan untuk menyebutkan bagian-bagian atau unsur kebudayaan yang dianggap halus,indah dan maju. Globalisai adalah suatu fenomena khusus dalam peradaban manusia yang bergerak terus dalam masyarakat global dan merupakan bagian dari proses manusia global itu. Globalisasi juga memberikan dampak terhadap pertahanan dan keamanan Negara. Menyebarnya perdagangan dan industry diseluruh dunia akan meningkatkan kemungkinan terjadinya konflik kepentingan dan dapat mengganggu keamanan bangsa. Kehidupan social juga merupakan salah satu unsur pembentuk peradaban yang banyak dipengaruhi oleh globalisai. Problematika peradaban yang penting lainnya adalah adanya kemungkinan punahnya suatu bahasa didaerah tertentu disebabkan penutur bahasanya telah “terkontaminasi” oleh pengaruh globalisasi.


BAB 5
MANUSIA KEAGAMAAN DAN KESETARAAN
A.    Unsur-unsur Keragaman
Keragaman berasal dari kata ragam yang menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) artinya:
1.      Tingkah laku.
2.      Macam jenis.
3.      Lagu/musik:langgam
4.      Warna: corak: ragi
5.      Laras (tata bahasa)
Unsur-unsur dari keragaman adalah:
1.      Suku bangsa dan ras
Suku bangsa yang menempati wilayah Indonesia dari Sabang sampai Merauke sangat beragam.
2.      Agama dan keyakinan
Agama mengandung arti ikatan yang harus dipegang dan dipatuhi manusia.
3.      Ideologi dan politik
Ideologi adalah suatu istilah umum bagi sebuah gagasan yang berpengaruh kuat terhadap tingkah laku dalam situasi khusus karena merupakan kaitan antara tindakan dan kepercayaan yang fundamental.
4.      Tata krama
Tata krama yang dianggap arti bahasa Jawa yang berarti”adat sopan santun,basa basi”pada dasarnya ialah segala tindakan,perilaku,adat istiadat,tegur sapa,ucap dan cakap sesuai kaidah atau norma tertentu.
5.      Kesenjangan ekonomi dan sosial
Masyarakat Indonesia merupakan masyarakat majemuk dengan bermacam tingkat,pangkat,dan strata sosial.
B.     Hakikat Keragaman dan Kesetaraan Manusia
Keragaman manusia dimaksudkan bahwa setiap manusia memiliki perbedaan. Perbedaan itu ada karena manusia adalah makhluk individu yang setiap individu memiliki ciri-ciri khas tersendiri. Kesetaraan berasal dari kata setara atau sederajat. Jadi,kesetaraan juga dapat disebut kesederajatan. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) sederajat artinya sama tingkatan (kedudukan,pangkat).
C.    Pelapisan Sosial dan Kesamaan Derajat
1.      Pengertian pelapisan Sosial
Kata stratification berasal dari kata sratum,jamaknya strata yang berarti lapisan. Menurut Pitirim A.Sorokin,pelapisan sosial adalah pembedaan penduduk atau masyarakat kedalam kelas-kelas secara bertingkat atau hierakis. Menurut P.J. Bouman,pelapisan sosial adalah golongan manusia yang ditandai dengan suatu cara hidup dalam kesadaran akan beberapa hak istemewa tertentu. Pelapisan sosial merupakan gejala yang bersifat universal. Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi menyebutkan bahwa selama dalam masyarakat ada sesuatu yang dihargai maka sengan sendirinya pelapisan sosial terjadi. Dengan demikan,dapat disimpilkan bahwa pelapisan sosial adalah pembedaan antarwarga dalam masyarakat kedalam kelas-kelas sosial secara bertingkat. Wujudnya adalah terdapat lapisan-lapisan didalam masyarakat diantaranya ada kelas sosial tinggi,sedang dan rendah. Terjadinya pelapsan sosial terbagi menjadi 2 (dua),yaitu:
a.       Terjadi dengan Sendirinya
Proses ini berjalan sesuai dengan pertumbuhan masyarakat itu sendiri.
b.      Terjadi dengan Sengaja
Sistem pelapisan ini dengan sengaja ditujukan untuk mengejar tujuan bersama.
Ada beberapa teori tentang pelapisan sosial. Pelapisan masyarakat dibagi menjadi beberapa kelas:
a.       Kelas atas (upper class)
b.      Kelas bawah (lower class)
c.       Kelas menengah (middle class)
d.      Kelas menengah ke bawah (lower middle class)
2.      Pengertian Kesamaan Derajat
Kesamaan derajat adalah suatu sifat yang menghubugkan antar manusia dengan lingkungan masyarakat umumnya timbal balik,maksudnya orang sebagai anggota masyarakat memiliki hak dan kewajiban,baik terhadap masyarakat maupun terhadap pemerintah dan Negara.
a.       UUD 1945 tentang Persamaan Hak
Dengan pasal-pasal dan pengertian diatas,sudah jelas bahwa kita harus saling bertoleransi terhadap orang lain khususnya warga Indonesia.
b.      Pokok Hak Asasi dalam UUD 1945 pasal 4
Hak asasi manusia adalah hak dasar atau hak pokok yang dimiliki manusia sejak lahir sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa. Hak asasi manusia merupakan anugerah Tuhan Yang Maha Esa sejak lahir,maka tidak seorang pun dapat mengambilnya atau melanggarnya.
Ada tiga hak asasi manusia yang paling fundamental(pokok),yaitu:
a.       Hak hidup (life)
b.      Hak kebebasan (liberty)
c.       Hak memiliki (property)
Adapun macam-macam hak asasi manusia dapat digolongkan sebagai berikut:
1.      Hak asasi pribadi
2.      Hak asasi politik
3.      Hak asasi ekonomi
4.      Hak asasi budaya
5.      Hak kesamaan kedudukan dalam hokum dan pemerintahan
6.      Hak untuk diperlakukan sama dalam tata cara pengadilan.
c.       Pelbagai Instrumen HAM
1.      Pemnukaan UUD 1945
2.      Batang Tubuh UUD 1945
Berdasarkan amandemen UUD 1945,hak asasi manusia tercantum dalam Bab X A Pasal 28 A sampau dengan 28 J.
D.    Kemiskinan Sebagai Masalah Sosial
Adanya masalah sosial dalam masyarakat ditetapkan oleh Negara yang memiliki kewenangan khusus seperti tokoh masyarakat,pemerintah,organisasi sosial,musyawarah masyarakat,dan lainnya. Masalah sosial dapat dikategorikan menjadi 4 (empat) jenis factor,yakni antara lain:
1.      Faktor Ekonomi
2.      Faktor Budaya
3.      Faktor Biologis
4.      Faktor Psikologis
Masalah sosial yang diakibatkan oleh faktor ekonomi,yaitu kemiskinan. Menelusuri kemiskinan merupakan sesuatu yang cukup kompleks,ada beberapa catatan yang bisa menjadi acuan tentang kemiskinan terutama di Indonesia,yaitu:
1.      Kemiskinan Karena Angka Kelahiran Tinggi
2.      Kemiskinan Karena Menutup Diri dari Pengaruh Luar
3.      Kemiskinan Karena Korban Ketidakadillan Para pengusaha
4.      Kemiskinan Karena adanya Pembiaran-pembiaran Dilakukan Oleh Penguasa dan Pengusaha
5.      Mereka Menjadi Miskin Karena Manajemen Keluarga yang Buruk
E.     Peranan Pemerintah,Masyarakat,dan Keluarga dalam Perkembangan Anak yang Berasal dari Keluarga Miskin
1.      Peranan Pemerintah
Pemeritah merupakan lembaga yang sangat berperan dalam memberantas kemiskinan. Walaupun tidak langsung berperan dalam mengembbangkan anak dari keluarga miskin agar menjadi SDM yang handal,namun pemerintah dapat bertindak dalam pemberantasan kemiskinan yang setidaknya dapat meminimalisasi kuantitas keluarga miskin.
2.      Peranan Masyarakat
Local wisdom atau kearifan local yang ada dalam masyarakat dapat berperan dalam mengembangkan secara optimal anak dari keluarga miskin agar menjadi SDM yang handal.
3.      Peran Keluarga
Keluarga merupakan faktor yang paling berperan dalam perkembagan seorang anak menjadi SDM yang optimal. Keluarga pun merupakan agen sosialisai primer yang paling memengaruhi perilaku seorang anak.




BAB 6
MANUSIA MORALITAS DAN HUKUM
A.    Etika dan Moral
Etika merupakan ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan upaya menentukan perbuatan yang dilakukan manusia untuk dikatakan baik atau buruk,dengan kata lain aturan atau pola tingkah laku yang dihasilkan oleh akal manusia. Etika secara etimologi berasal dari bahasa Yunani,yaitu”Ethos”,yang berarti watak kesusilaan atau adat kebiasaan (custom),norma-norma,nilai-nilai,kaidah-kaidah,dan ukuran-ukuran bagi tingkah laku manusia yang baik. Termasuk didalamnya membahas nilai-nilai atau norma-norma yang dikaitkan dengan etika,terdapat dua macam etika,sebagai berikut:
1.      Etika Deskriptif
Artinya,etika deskriptif tersebut berbicara mengenai fakta secara apa adanya,yakni mengenai nilai dan perilaku manusia sebagai suatu fakta yang terkait dengan situasi dan realitas yang membudaya.
2.      Etika Normatif
Etika normative merupakan norma-norma yang dapat menuntun agar manusia bertindak secara baik dan menghindari hal-hal yang buruk,sesuai dengan kaidah atau norma yang disepakati dan berlaku dimasyarakat. Secara etimologi,istilah “moral” berasal dari bahasa latin. ‘Moralitas’ (dari kata sifat latin moralitas) mempunyai arti yang pada dasarnya sama dengan ‘moral’,hanya ada nada lebih abstrak.
B.     Manusia dan Moralitas
Sementara kata moralitas,berasal dari kata “moral” dan moral didalam Kamus didefinisikan sebagai ajaran tentang baik buruk yang diterima umum mengenai budi pekerti. Moralitas adalah soopan santun,segala sesuatu yang berhubungan dengan etiket atau sopan santun. Moralitas adalah pedoman yang dimiliki individu atau kelompok mengenai apa yang benar dan salah berdasarkan standar moral.
C.    Manusia dan Agama
Agama memberikan penjelasan bahwa manusia adalah makhluk yang memiliki potensi untuk berakhlak baik (takwa) atau buruk (fujur) potensi fujur akan senantiasa eksis dalam diri manusia karena terkait dengan aspek instink,naluriah,atau hawa nafsu,seperti naluri makan/minum,seks,berkuasa dan rasa aman. Dari arti bahasa (etimologi) agama berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti tidak pergi,tetap ditempat,diwarisi turun-temurun. Manusia akan kehilangan pedoman atau pegangan dalam menjalani kehidupan didunia bila tidak berpedoman pada agama.
D.    Hukum dan Moralitas
Achmad Ali menyatakan hokum adalah seperangkat norma tentang apa yang benar dan apa yang salah,yang dibuat dan diakui eksistensinya oleh pemerintah yang dituangkan baik dalam aturan tertulis (peraturan) maupun yang tidak tertulis yang mengikat dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat secara keseluruhan dengan ancaman sanksi bagi pelanggar aturan tersebut. Istilah moralitas kita kenal secara umum sebagai suatu sistem peraturan-peraturan perilaku sosial,etika hubungan antar orang.
1.      Potret Hukum dan Moralitas Bangsa Indonesia
Hukum tidak dapat dipisahkan dari aspek moral. Apabila hokum belum secara konkret mengatur,sedangkan moralitas telah menuntut untuk ditransformasikan oleh karena itu,moralitas haruslah diutamakan. Hukum itu sendiri diciptakan bukanlah sematmata untuk mengatur,tetapi lebih dari itu untuk mencapai tujuan yang luhur,yakni keadilan,kebahagian dan kesejahteraan rakyat. Tidak dapat kita pungkiri perkembangan ilmu pengetahuan tidak lepas dari ikut sertanya media elektronik. Tetapi disisi lain,media elektronik juga dapat membawa dampak negative,namun semua itu tergantung penggunaan pribadi masing-masing.
2.      Hukum dan Mpral,Sebuah Seruan Etis
Untuk itu, dalam konteks ketatanegaraan Indonesia dalam pegambilan keputusan hokum kebutuhan moral sebagaimana moral memutuhkan hokum. Kualitas hukum terletak pada bobot moral yang dijiwanya. Menurut Dahlan Thaib “tanpa moralitas hukum tampak kosong dan hampa”.
3.      Problem Moral Penegakan Hukum
Problem mendasar dalam praktis penegakan hukum,sebagaimana yang diuraikan diatas,adalah putusan yang diambil dimeja pengadilan tidak memiliki roh keadilan. Oleh karena itu,kerap dikatakan bahwa kalangan penegak hukum kita tidak memiliki nurani dan minum nilai-nilai etik-moral.

BAB 7
MEMANUSIAKAN MANUSIA
A.    Manusia dan Keadilan
Keadilan adalah kondisi kebenaran ideal secara moral mengenai sesuatu hal,baik menyangkut benda atau orang. John Rawls,filsuf Amerika Serikat yang diaggap salah suatu filsuf politik terkemuka abad ke-20,menyatakan bahwa “keadilan adalah kelibihan (virtue) pertama dari institusi sosial,sebagaimana halnya kebenaran pada sistem pemikiran”. Ada tiga orang filsuf terkenal yang mengemukan teorinya mengenai keadilan tersebut.
1.      Terori Keadilan Menurut Aristoteles
a.       Keadilan komutatif.
b.      Keadilan distributif
c.       Keadilan kodrat Alam
d.      Keadilan konversional
e.       Keadilan menurut teori perbaikan
2.      Teori Keadilan Menurut Plato
a.       Keadilan moral
b.      Keadilan procedural
3.      Teori Keadilan Menurut Thomas Hobbes
a.       Keadilan komutatif
b.      Keadilan distributive
c.       Keadilan legalis.
Konsep yang terkandung dalam keadilan sosial adalah suatu tata dalam masyarakat yang selalu memperhatikan dan memperlakukan hak manusia sebagaimana mestinya dalam hubungan antarpribadi terhadap kesluruhan baik materiil maupun spiritual.
B.     Manusia dan Cinta Kasih
Pengertian cinta dan kasih hamper bersamaan,sehingga kata kasih memperkuat rasa cinta kepada seseorang. Cinta bisa dibina secara baik apabila ada 4 (empat) unsur,yaitu:
1.      Pengasuhan
2.      Tanggung jawab
3.      Perhatian
4.      Pengenalan
Cinta adalah perasaan (rasa) suka terhadap makhluk hidup (manusia).sedangkan kasih adalah perasaan kasih atau belas kasih terhadap makhluk hidup (manusia). Jadi,cinta kasih dapat diartikan suatu perasaan manusia yang berdasar pada ketertarikan antar-makhluk hidup (manusia) dengan didasari pula belas kasih.
Berdasarkan “Triangular Theory of Love” disebutkan beberapa bentuk-bentuk (wajah) cinta,yaitu:
1.      Menyukai (liking)
2.      Tergila-gila (infatuation)
3.      Cinta hampa (empety love)
4.      Cinta romantic (romantic love)
5.      Cinta persahabatan sejati (companionate love)
6.      Cinta semu (fatuous love)
7.      Cinta sempurna (consummate love)
C.    Manusia dan Pendidikan
Penderitaan adalah bahasa yang sering kali kita dengar. Penderitaan berasal dari kata derita. Kata derita berasal dari bahasa Sansekerta yang artinya menahan atau menanggung. Manusia dikatakan menderita apa bila dia memiliki masalah,depresi karena tekanan hidup dan lain-lain. Suatu peristiwa yang dianggap penderitaan oleh seseorang belum tentu merupakan penderitaan bagi orang lain. Penderitan adalah bagian dari kehidupan. Penderitaan bagi manusia akan meimbulkan dampak,diantaranya: dapat berupa kekecewaan,duka,kesedihan,kekacauan hati dan pikiran.
D.    Manusia dan Tanggung Jawab
Tanggung jawab adalah suatu kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatan baik disengaja maupun tidak  disengaja. Manusia yang bertanggung jawab adalah manusia yang berani mengadapi masalahnya sendiri.
E.     Manusia dan Pandangan Hidup
Adapun pengertian pandangan hidup itu adalah pendapat atau pertimbangan yang dijadikan sebagai pegangan,pedoman,arahan,atau petunjuk hidup didunia agar dapat menjalani hidup yang lebih baik lagi dengan adanya pandangan hidup tersebut orang yang memiliki pandangan hidup pasti memiliki tujuan,dan tujuan ini bisa disebut cita-cita. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia,yang disebut cita-cita adalah keinginan,harapan,atau tujuan yang selalu ada dalam pikiran
F.     Manusia dan Kegelisahan
Kegelisahan berasal dari kata “gelisah”. Gelisah artinya rasa yang tidak tentram dihati atau merasa selalu khawatir,tidak dapat tenang (tidurnya),tidak sabar lagi (menanti),cemas dan sebagainya. Manusia yang gelisah karena takut terhadap dosa-dosa dan pelanggaran (yang telah dilakukan),takut terhadap hasil kerja (tidak memenuhi kepuasan spiritual),taku akan kehilangan milik (harta dan jabatan),atau takut menghadapi keadaan masa depan (yang tidak disukai). Tentang perasaan kegelisahan ini,Sigmund Freud membedakan menjadi tiga macam,yaitu:
1.      Kegelisahan Nbjektif (kenyataan)
2.      Kegelisahan Neurotic (saraf)
3.      Kegelisahan Moral
Faktor penyebab kegelisahan antara lain:
1.      Dari Dalam
a.       Cinta diri
b.      Lalai dalam mengingat Allah
c.       Gejolak hati
2.      Rasa Takut dan Malu
3.      Tidak Merasa Aman
4.      Jiwa yang Lemah
Bentuk-bentuk kegelisahan antara lain:
1.      Keterasingan
2.      Sebab-sebab keterasingan.
G.    Manusia dan Harapan
Setiap manusia mempunyai harapan. Manusia yang tanpa harapan,berarti manusia itu mati dalam bidup. Orang yang akan meninggal sekalipun mempunyai harapan,biasanya berupa pesan-pesan kepada ahli warisan. Harapan berasal dari kata harap yang berarti keinginan supaya sesuatu terjadi; sehingga harapan berarti sesuatu yang diinginkan dapat terjadi. Dengan demikian,harapan menyangkut masa depan.


BAB 8
MANUSIA,SAINS,TEKNOLOGI DAN SENI
A.    Pengertian Sains
Sains bermula dari bahasa asing “science” berasal dari kata latin “scientia” yang berarti saya tahu. Kata science sebenarnya berarti ilmu pengetahuan yang terdiri dari ilmu social science (ilmu pengetahuan sosial) dan natural science (ilmu pengetahuan alam). Sehubungan dengan definisi kata sains,Darmojo menyatakan bahwa Ilmu Pengetahuan Alam atau sains adalah pengetahuan yang rasional dan objektif tentang alam semesta dengan segala isinya.
B.     Pengertian Teknologi
Teknologi sebenarnya berasal dari bahasa Prancis,yaitu  “La Teknique” yang dapat diartikan dengan “semua proses yang dilaksanakan dalam upaya untuk mewujudkan sesuatu secara rasional”. Teknologi adalah keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yang diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusi. Adapun tiga macam teknologi yang sering dikemukakan oleh para ahli,yaitu:
1.      Teknologi Modern
2.      Teknologi Madya
3.      Teknologi Tradisional
C.    Manusia sebagai Subjek dan Objek IPTEK
Masyarakat yang rendah kemampuan teknologinya cenderung tergantung dan hanya mampu bereaksi terhadap dampak yang ditimbulkan oleh kecanggihan teknologi. Ilmu pengetahuan dan teknologi adalah suatu pemahaman tentang suatu pengetahuan,yang memiliki fungsi untuk mencari,menyelidiki,dan menyelesaikan suatu hipotesis. Dengan ilmu dan teknlogi tumbuhlah pelbagai industry yang hasilnya dapat dimanfaatkan dalam pelbagai bidang,antara lain:
1.      Dalam Bidang Pertanian
2.      Pengolahan Lahan
3.      Penglahan Hutan
4.      Pengolahan Air
5.      Pengolahan Udara
6.      Dalam Bidang Kedokteran dan Kesehata
7.      Dalam Bidang Telekomunikasi
8.      Dalam Bidang Pertahanan dan Keamanan
D.    Pemanfaatan dan Penyalahgunaan IPTEK
Kemajuan teknologi adalah suatu yang tidak bisa kita hindari dalam kehidupan ini,Karena kemajuan teknologi akan berjalan sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan. Dampak positif dan dampak negatif dari perkembangan teknologi dilihat dari pelbagai bidang:
1.      Bidang Informasi dan Komunikasi
2.      Bidang Ekonomi dan Industri
3.      Bidang Sosial dan Budaya
4.      Bidang Pendidikan
5.      Bidang Politik
E.     Karya Sastra dan Seni dalam IBD
IBD adalah pengetahuan yang diharapkan dalam memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah dalam kebudayaan. Secara demikian bisa dikatakan bahwa The Humanities berkaitan dengan masalah nilai-nilai,yaitu nila-nilai manusia sebagai homo humanus atau manusia berbudaya. Salah satu bentuk sastra itu adalah puisi,dalam arti bahwa pembahasan puisi dalam rangka pengajaran IAD tidak akan diarahkan pada tradisi pendidikan dan pengajaran sastra dan apresiasinya yang murni. Karya sastra dapat dibagi menjadi dua. Karya sastra yang menyuarakan aspirasi zamannya dan karya sastra yang menyuarakan gejolak zamannya. Karya sastra yang meuarakan aspirasi zamannya mengajak pembaca untuk mengikuti apa yang dikehendaki zamannya. Sedangkan karya sastra yang menyuarakan gejolak zamannya mengajak pembacanya untuk merenung. Adapun nilai-nilai yang bisa diperolah dari sastra adalah:
1.      Kesenangan
2.      Informasi
3.      Meberi warisan kultural
4.      Memberi keseimbangan wawasan
Fungsi seni/kesenian artinya,hasil pengamatan orang terhadap apa yang diberikan oleh karya-karya kesenian bagi kehidupan manusia;
1.      Memberikan rasa keindahan
2.      Memberikan tunjangan dan bantuan untuk memberi warna indah dari karya-karya yang non-seni.


BAB 9
MANUSIA DAN LINGKUNGAN
A.    Manusia sebagai Makhluk Hidup
1.      Ciri-ciri Manusia sebagai Makhluk Hidup
a.       Tubuh Manusia
Tubuh manusia merupakan keseluruhan struktur fisik manusia. Tubuh manusia terdiri dari kepala,leher,batang tubuh,sepasang leher,dan sepasang kaki. Manusia dikatakan sebagai makhluk hidup atau organisme bernyawa karena memenuhi ciri sebagai berikut:
b.      Tedapat Protoplasma
Protoplasma merupakan bagian terpenting dari sel yang terdiri atas kompleks sitoplasma beserta isinya termasuk nekleus,yang terlindung dengan baik.
c.       Mempunyai Bentuk dan Ukuran
Antara jenis makhluk hidup yang satu dengan yang lain memiliki perbedaan baik dalam ukuran maupun bentuknya. Seperti antara manusia dengan kera,dengan jelas terlihat perbedaannya.
d.      Melakukan Aktivitas-aktivitas Kehidupan
1.      Makan
Makanan (nutrisi) diperlukan oleh makhluk hidup sebagai sumber energi,untuk pertumbuhan dan mengganti sel-sel yang rusak.
2.      Metabolisme
Metabolisme merupakan modifikasi senyawa kimia secara biokimia didalam organisme dan sel.
3.      Tumbuh dan Berkembang
Pertumbuhan adalah penambahan biomassa yang bersifat tidak dapat balik (irreversible).
Selama pertumbuhan,makhluk hidup juga mengalami perkembangan.perkembangan merupakan perubahan struktur dan fungsi yang besifat spesifik.
4.      Reproduksi
Makhluk hidup yang tidak mampu berkembangbiak menghasilkan keturunan akan punah dan musnah dimakan waktu.
5.      Malakukan Adaptasi
Semua makhluk hidup perlu melakukan penyesuaian diri dengan fungsi tubuh dan lingkungan sekitar ekositem,untuk dapat bertahan hidup dengan lebih baik dan mudah.
6.      Bergerak
Bergerak adalah merupakan perubahan posisi atau pindah tempat,baik seluruh tubuh maupun sebagian.
7.      Memiliki Sistem Transpor
Transportasi disini ialah proses pengedaran pelbagai zat yang diperlukan keseluruh tubuh dan pengambilan zat-zat yang tidak diperlukan untuk dikeluarkan dari tubuh.
8.      Peka terhadap Rangsangan (Iritabilitas
Kemampuan untuk beraksi terhadap rangsangan dari ligkungan sisebut dengan iritabilita.
9.      Memiliki Sistem Regulasi
Pengertian sistem regulasi adalah sistem pengaturan yang ada didalam tubuh makhluk hidup untuk dapat hidup seimbang,serasi dan selera,yang diatur oleh syaraf dan hormone.
10.  Ekskresi
Ekskresi adalah proses pegeluaran sisa-sisa metabolism tubuh.
2.      Sifat-sifat Manusia sebagai Makhluk Hidup
a.       Ikatan-ikatan Biologis
Sebagai kontras terhadap eksistensi manusia,maka manusia adalah makhluk biologis yang sampai pada batas-batas tertentu terikat pada kodrat alam.
b.      Makhluk adalah Satuan Hidup
Meskipun tiap-tiap makhluk mempunyai bagian-bagiantu tubuh,ada yang sederhana terdiri dari satu atau dua bagian,adapula yang lebih sempurna terdiri dari ratusan bagian,namun bagia-bagian itu merupakan sebuah kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.
c.       Sistem Energi yang Dinamis
Sebagai makhluk hidup,manusia selalu membutukan energy untuk mempertahankan hidupnya,untuk mengembangkan keturunan,untuk tumbuh dan untuk menyelesaikan tugas-tugasnya.
d.      Pertumbuhan yang Mengikuti Pola Tertentu
Pertumbuhan manusia sejak dalam kandungan sudah ditentukan polanya,dan tiap-tiap sel tubuh berkembang sesuai dengan  garis perkembangannya masing.
e.       Pengaruh Proses Pematangan Terhadap Tingkah Laku
Tingkah laku manusia tidak dapat dilepaskan dengan proses pematangan organ-organ tubuh.
3.      Manusia Sebagai Makhluk Sosial
Manusia sebagai mahkluk sosial berarti bahwa disamping manusia hidup bersama demi memenuhi kebutuhan jasmaniah,manusia juga hidup bersama dalam memenuhi kebutuhan rohani
B.     Pengertian Lingkungan
Pengertian dari lingkungan adalah sesuatu yang berada diluar atau sekitar makhluk hidup. Menurut Ensiklopedia Kehutanan menyebutkan bahwa lingkungan adalah jumlah total dari fakta-fakta non genetic yang memengaruhi pertumbuhan dan reproduksi pohon.
C.    Manusia dan Lingkungan Hidup
Manusia merupakan komponen biotik lingkungan yang memiliki daya piker dan daya nalar tertinggi dibandingkan makhluk lainnya. Karena pembahasannya tentang manusia dan lingkungan,maka lingkungan yang dimaksud disini adalah lingkungan manusia yang terdiri atas:
1.      Lingkungan Alam
Lingkungan alam adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan alam yang berada disekitar manusia.
2.      Lingkungan Sosial Budaya
Lingkungan sosial budaya adalah segala sesuatu yang berhungan dengan pola-pola hubungan sosial.
3.      Hakikat Manusia sebagai Objek dan Subjek Lingkungan
Manusia sebagai objek lingkungan berari manusia dikendalikan oleh lingkungan. Manusia sebagai subjek lingkungan berarti manusia memiliki kemampuan untuk mengendalikan lingkungan,memanipulasi,dan mengeksploitasi lingkungan.
D.    Jumlah Penduduk dan Lingkungan Hidup
Ketidakseimbangan antara pertambahan penduduk dan peningkatan produksi pangan akan memengaruhi kualitas hidup manusia. Usaha meningkatkan kualitas hidup manusia makin berat apabila jumlah penduduknya besar. Apabila suatu Negara memiliki pendapatan kecil dan jumla penduduknya banyak,pendapatan perkapita akan rendah. Berikut ini,pelbagai dampak dari kepadatan penduduk:
1.      Ketersediaan Air Bersih
2.      Ketersediaan Pangan
3.      Ketersediaan Lahan
4.      Ketersediaan Udara Bersih
5.      Pencemaran Lingkungan
E.     Kerusakan Alam dan Lingkungan
Pengertian lingkungan adalah segala sesuatu yang ada di sekitar manusia yang memengaruhi perkembangan kehidupan manusia baik langsung maupun tidak langsung. Secara khusus,kita sering menggunakan istilah lingkungan hidup untuk menyebutkan segala sesuatu yang berpengaruh terhadap kelangsungan hidup segenap makhluk hidup dibumi. Unsur-unsur lingkungan hidup dapat dibedakan menjadi tiga,yaitu:
1.      Unsur Hayati (biotik)
2.      Unsur Sosial Budaya
3.      Unsur Fisik (abiotik)
Berdasarkan faktor penyebabnya,bentuk kerusakan lingkungan hidup dibagikan menjadi dua (2) jenis,yaitu:
1.      Bentuk Kerusakan Lingkungan Hidup Akibat Peristiwa Alam
Dampak rusaknya lingkungan hidup telah melanda Indonesia. Peristiwa alam lainnya yang berdampak pada kerusakan lingkungan hidup antar lain:
a.       Letusan gunung api
b.      Gempa bumi
c.       Angina topan
2.      Kerusakan Lingkungan Hidup karena Faktor Manusia
Beberapa bentuk kerusakan lingkungan hidup karena faktor manusia,antara lain:
a.       Terjadinya pencemaran (pencemaran udara,air,tanah,dan suara) sebagai dampak adanya kawasan industry.
b.      Terjadinya banjir,sebagai dampak buruknya drainase atau sistem pembuangan air dan kesalahan dalam menjaga daerah aliran sungai dampak pengerusakan alam.
c.       Terjadinya tanah longsor,sebagai dampak langsung dari rusaknya hutan.
Beberapa ulah manusia yang baik secara langsung maupun tidak langsung membawa dampak pada kerusakan lingkungan hidup antara lain:
a.       Penebangan hutan secara liar (penggundulan hutan)
b.      Perburuan liar
c.       Merusak hutan bakau
d.      Penimbunan rawa-rawa pemukiman
e.       Pembuangan sampah disembarang tempat
f.       Bangunan liar di daerah aliran sungai (DAS)
g.      Pemanfaatan sumber daya alam secara berlebihan diluar batas.






DAFTAR PUSTAKA


Albani Nasution, Muhammad Syukri., dkk. 2015. Ilmu Sosial Budaya Dasar. Jawa Tengah:PT Raja Grafindo Persada.